Senin, 04 November 2024

"PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA" KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2

"PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA

    Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam  PengelolaanSumber Daya dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah

JAWAB :

Seorang pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya adalah individu yang tidak hanya fokus pada proses belajar-mengajar, tetapi juga mampu mengoptimalkan segala sumber daya yang ada untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sumber daya ini bisa berupa sumber daya manusia (guru, siswa, orang tua), sumber daya fisik (ruang kelas, perpustakaan, laboratorium), sumber daya finansial, maupun sumber daya sosial (komunitas, mitra sekolah).

Cara mengimplementasikannya

1.1   Di kelas

     Melibatkan Siswa: Libatkan siswa dalam proses pengambilan keputusan terkait penggunaan sumber daya di kelas, misalnya dalam pemilihan media pembelajaran atau penentuan proyek kelompok.

Mengoptimalkan Media Pembelajaran: Manfaatkan berbagai media pembelajaran yang ada, baik yang konvensional maupun digital, untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif.

 Mengembangkan Kreativitas: Ajak siswa untuk berpikir kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang terbatas, misalnya dengan membuat alat peraga dari bahan bekas.

1.2  Sekolah

Kerjasama dengan Guru: Membangun sinergi dengan guru lain untuk berbagi sumber daya dan mengembangkan program pembelajaran yang inovatif.

Menjalin Kemitraan: Membangun kemitraan dengan lembaga lain, seperti perguruan tinggi, perusahaan, atau komunitas, untuk mendapatkan dukungan sumber daya

1.3  Masyarakat

   -Memberdayakan Masyarakat: Ajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan sekolah, seperti menjadi relawan atau donatur. - Publikasi hasil pembelajaran siswa ke masyarakat luas, misalnya melalui pameran atau publikasi di media sosial.

    2. Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.

JAWAB

Pengelolaan sumber daya yang efektif adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Ketika sumber daya dikelola dengan baik, maka proses pembelajaran akan menjadi lebih efektif dan efisien. Contoh

·       Guru: Sekolah mengadakan program mentoring bagi guru baru untuk membantu mereka beradaptasi dengan kurikulum yang baru

·       Siswa: Sekolah membentuk kelompok belajar yang heterogen untuk memfasilitasi pembelajaran kooperatif.

·       Orang Tua: Sekolah mengadakan pertemuan rutin dengan orang tua untuk membahas perkembangan siswa.

3.    Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak.

JAWAB :

Keterkaitan Modul 3.2 dengan Modul 1.1 (Pendekatan Berbasis Aset):

Selain menggali potensi siswa, pendekatan berbasis aset dalam Modul 3.2 juga dapat membantu guru mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa, sehingga dapat merancang pembelajaran yang lebih individual.

Keterkaitan Modul 3.2 dengan Modul 1.2 (Peran Guru sebagai Pemimpin Pembelajaran):

modul 3.2 memperluas peran guru sebagai pemimpin pembelajaran tidak hanya dalam kelas, tetapi juga dalam mengelola sumber daya sekolah secara keseluruhan.

Keterkaitan Modul 3.2 dengan Modul 1.3 (Visi Sekolah):

Modul 3.2 memberikan alat dan keterampilan bagi guru untuk mewujudkan visi sekolah dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Dengan mengidentifikasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sejalan dengan visi sekolah.

Keterkaitan Modul 3.2 dengan Modul 1.4 (Budaya Positif):

Pengelolaan sumber daya yang baik akan menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung terciptanya budaya positif di sekolah.

Keterkaitan Modul 3.2 dengan Modul 2.1 (Pembelajaran Berdiferensiasi):

·       Modul 3.2 memberikan kerangka kerja bagi guru untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber daya yang dapat mendukung pembelajaran berdiferensiasi.

Modul 3.2 dengan Modul 2.2 (Pembelajaran Kolaboratif): Pengelolaan sumber daya yang baik akan memfasilitasi pembelajaran kolaboratif dengan cara menyediakan ruang dan alat yang diperlukan untuk bekerja sama

Modul 3.2 dengan Modul 2.3  

Dalam identifikasi aset, guru bisa menerapkan praktik coaching bersama dengan warga sekolah yang lain.

Modul 3.2 dengan Modul 3.1 (Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai Kebajikan):

Modul 3.2 memberikan landasan bagi guru dalam membuat keputusan terkait pengelolaan sumber daya yang berpusat pada nilai-nilai kebajikan. Dengan mempertimbangkan dampak keputusan terhadap semua pemangku kepentingan, guru dapat memastikan bahwa keputusan yang diambil sejalan dengan visi dan misi sekolah.

 

4.     Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.

JAWAB :

Sebelum mengikuti modul ini, saya memiliki pemahaman yang terbatas tentang pentingnya pengelolaan sumber daya dalam pembelajaran. Saya hanya melihat sumber daya sebagai alat bantu mengajar yang biasa saja. Namun, setelah mengikuti modul ini, saya menyadari bahwa pengelolaan sumber daya yang efektif adalah kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal.

Konsep pendekatan berbasis aset sangat membuka mata saya. Saya mulai melihat bahwa setiap siswa memiliki potensi dan kekuatan yang unik, dan tugas saya sebagai guru adalah untuk menggali dan mengembangkan potensi tersebut. Selain itu, saya juga belajar tentang pentingnya melibatkan siswa dalam proses pengambilan keputusan terkait penggunaan sumber daya.

Modul ini telah mengubah cara pandang saya tentang peran guru. Saya merasa lebih termotivasi untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Saya juga lebih percaya diri dalam mengelola kelas dan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada.

 

 

                             

DESA TUMBANG RUNGAN 
LOKASI TK NEGERI SATU ATAP TUMBANG RUNGAN

MEDIA DERMAGA PINTAR
MEMANFAATKAN ASET DESA 




GAMES TEKNOLOGI DERMAGA PINTAR
AKSI NYATA DALAM PEMANFAATAN ASUMBER DAYA 



Jumat, 01 November 2024

JURNAL REFLEKSI MINGGUAN MODUL 3.2

 

Assalamualaikum Wr, Wb

Perkenalkan nama saya Kurnia Sari Calon Guru Penggerak Angkata 11 Kota Palangka Raya. Pada kesempatan ini, saya ingin berbagi mengenai Jurnal Refleksi Dwi Mingguan dalam modul 3.2 tentang Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya.Jurnal ini menjadi wahana bagi saya untuk merefleksikan diri setelah dua minggu terlibat dalam kegiatan Pendidikan CGP. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan sebagai calon guru penggerak, dan jurnal ini akan menjadi tugas rutin yang harus saya lakukan setiap dua minggu sekali.

Saya akan menggunakan kerangka Model 4P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, Penerapan) untuk merefleksikan pengalaman belajar saya pada modul 3.2 tentang kepemimpinan dalam pengelolaan sumber daya sekolah. Model ini merupakan adaptasi dari Model 4F yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.

FACT (PERISTIWA )

Pada modul 3.2, saya mempelajari tentang peran pemimpin dalam mengelola sumber daya sekolah. Proses pembelajaran ini saya ikuti melalui platform LMS dengan menggunakan alur M-E-R-D-E-K-A. Saya memulai dengan merefleksikan pengetahuan awal saya tentang ekosistem sekolah dan peran pemimpin melalui tujuh pertanyaan yang diberikan. elanjutnya, saya mempelajari materi tentang pendekatan berbasis masalah dan aset, serta pengembangan komunitas berbasis aset. Saya juga menganalisis beberapa kasus untuk memperdalam pemahaman. Bersama kelompok, saya berdiskusi tentang kekuatan sumber daya di sekolah dan daerah kami. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan. Selanjutnya Demonstrasi Kontekstual Saya menganalisis video tentang visi dan prakarsa perubahan, mengidentifikasi kegiatan terkait tahapan BAGJA, dan menganalisis peran pemimpin pembelajaran.  Elaborasi Pemahaman Saya mengajukan pertanyaan untuk menguatkan pemahaman, serta berdiskusi dengan instruktur. Saya menghubungkan materi ini dengan materi-materi sebelumnyaBersama rekan-rekan, saya mengidentifikasi sumber daya sebagai aset sekolah dan merencanakan pemanfaatannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

 

FEELING (PERASAAN)

Sebelumnya saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah sampai pada titik ini Sebelum mempelajari modul ini, saya seringkali mengeluhkan kurangnya fasilitas di sekolah. Namun, setelah memahami konsep kepemimpinan berbasis aset, saya menyadari bahwa semangat gotong royong dan kreativitas siswa merupakan aset yang jauh lebih berharga. Dengan memfasilitasi kegiatan ekstrakurikuler yang memanfaatkan potensi siswa, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih bermakna.

Setelah menyelesaikan modul, saya merasa termotivasi untuk memaksimalkan potensi sekolah. Pemetaan aset telah membuka mata saya tentang banyaknya sumber daya yang belum termanfaatkan. Saya sangat antusias berbagi praktik baik ini dengan rekan sejawat. Dengan memetakan aset, kita dapat merancang program yang lebih efektif dan berdampak positif bagi siswa.

FINDINGS (PEMBELAJARAN)

Sebelum mempelajari modul 3.2, saya memandang sekolah sebagai sebuah sistem yang kompleks. Murid, guru, staf, dan berbagai komponen lainnya saling berinteraksi dan memengaruhi satu sama lain. Faktor-faktor eksternal seperti masyarakat dan pemerintah juga turut berperan dalam membentuk ekosistem sekolah. setelah mempelajari modul 3.2. Seorang pemimpin yang efektif tidak hanya mengatasi masalah, tetapi juga mampu menginspirasi dan memberdayakan komunitas sekolah untuk mencapai potensi maksimal. Pendekatan berbasis aset adalah kunci untuk mewujudkan kepemimpinan yang transformatif.

FUTURE (PENERAPAN)

Sebagai seorang pemimpin, saya berkomitmen untuk mengoptimalkan tujuh aset utama sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan. Saya akan fokus pada pengembangan profesional guru, pemberdayaan siswa, dan pembangunan budaya sekolah yang positif. Dengan pendekatan berbasis aset, saya yakin kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berpusat pada siswa.


DEMIKIAN HASIL JURNAL MINGGUAN SAYA.

SALAM GURU PENGGERAK

 

 

 

Selasa, 05 Januari 2021

JIKA KALIAN MENJADI PEMIMPIN

"Pemimpin" satu kata apa yang terlintas difikiran kalian tentang kata pemimpin ?

jujur-berwibawa-adil-bijaksana-transparam-tanggung jawab-mau mendengarkan masukan rekan kerja-komunikasi-empati-simpati-menjadi contoh-panutan-kerja sama-legowo-tidak memihak satu sama lain-pendengar yang baik-tidak langsung menyimpulkan sesuatu-tidak berkubu-tidak bermuka dua-mendukung bakat potensi yang dimiliki rekan kerja.

berat ya guys jika kita menjadi seorang pemimpin, jabatan kedudukan itu hanyalah sementara. jika kita menjadi pemimpin berusahalah untuk melaksanakan itu semua. jangan takut jika memiliki rekan kerja yang lebih baik dari kita setidaknya kita belajar kepada mereka dan tentunya rekan kerja yang penuh semangat untuk kemajuan sebuah perusahaan/organisasi/lembaga itu pun sangat membantu dan tidak akan rugi bagi perusahaan/organisasi/lembaga itu sendiri. yang akan dilihat adalah siapa pemimpinnya yang membuat rekan kerja nya bagus dalam bekerja. siapa pemimpinnya hingga perusahaan/organisasi/lembaga itu melejit,

Kamis, 29 Oktober 2020

Pentas Seni dan Bincang Sastra Bersama Ikatan Guru Indonesia Palangka Raya

 D

  
Live zoom bersama kak Nia dan Cika

Sepenggal Kisah Kenangan Pengabdian

Hallo sahabat rumah belajar,

Menjadi bagian dari “Pemuda Bakti Banua Yayasan Hasnur Centre” adalah suatu kebanggan. Ditahun 2015 kak Nia mencoba mendaftar beasiswa dari sebuah perusahaan ternama di Kalimantan Selatan. Saat itu kak Nia mencoba mendaftarkan diri karena kak Nia juga sangat perlu biaya kuliah berharap kak Nia nyangkut beasiswa disini. Hehe mulai dari pemberkasan, tes tertulis/psikolog dan terakhir wawancara. Alhamdulillah kak Nia lolos dan dapat menjadi bagian dari “Pemuda Bakti Banua”

Pemuda Bakti Banua adalah suatu wadah yang didalamnya para pemuda yang siap mengabdikan diri untuk banua. Tentu saat kami mendapat beasiswa tidak hanya berdiam diri saja namun kami harus mengabdikan diri di tititk titik tertentu yang sudah disiapkan oleh yayasan. Kak Nia saat itu mengabdikan diri di desa Antarbaru kabupaten Marabahan. Lokasi dari Kota Banjarmasin ke Kabupaten Marabahan kurang lebih 1 jam menggunakan motor. Kemudian masuk ke dalam desanya memakan waktu 30 menit. Itu dilakukan setiap satu minggu sekali untuk melaksanakan sebuah program.

Saat pertama kali ditempatkan di desa itu bingung dong apa yang harus di kerjakan, bagaimana memulai dan dengan siapa pertama kali kita diskusikan. Namun kak Nia bersama tim tidak lupa dengan hal 3K, adanya komunikasi Koordinasi dan Kerjasama. Tanpa adanya komunikasi tidak akan ada koordinasi dan tidak adanya terjalin kerjasama.

Setelah survey dan koordinasi dengan masyarakat disana maka kak Nia dan tim membuat program kerja Rumah Pintar, pelatihan computer, pelatihan nasyid, dan koperasi (memasarkan produk desa) 

 
 

Rasa lelah menuju desa seolah terbayar ketika mendengar tawa mereka saat kita datang untuk bertemu mereka. Bermain, belajar, sholat bersama, tidur bersama, makan bersama berkegiatan bersama semua sudah kami lewati. Pengabdian dua tahun disana tidak akan pernah kak Nia lupakan. Selalu kak Nia kenang. Karena doa doa mereka lah yang mengantrkan kak Nia sampai pada titik ini.








                                                    Dokumentasi kenangan bersama mereka 

Sahabat rumah belajar dan malam ini, kak Nia berbagi pengalaman membina desa antarbaru kepada para generasi penerus program pemuda bakti banua, senang rasanya apa yang kak Nia punya kak Nia bagikan, karena ilmu saat dibagi tidak akan habis hehe




                   sahabat rumah belajar berbagi itu sungguh asyik dan menyenangkan. sampai jumpa kembali di cerita selanjutnya💓

 

"PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA" KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2

"PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA      Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam  Pengel...